Jadi gini, kemarin kan semester satu nih gue dapet mata kuliah Ilmu Sosial Dasar, semester dua sekarang Ilmu Sosial Dasar udah ga ada lagi, sekarang matkul nya diisi sama Ilmu Budaya Dasar, jadi kita kenalan dulu sama Ilmu Budaya Dasar, sebelum kenalan sama tugas tugasnya yang lain-_-
(baca sampe abis jangan setengah tengah)
Ilmu + Budaya + Dasar
Ilmu : Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Ya kita hidup dan kita mempelajari sesuatu secara sengaja atau tidak sengaja, untuk menjadikan kita manusia yang lebih baik lagi. Macam-macam Ilmu :
1. Ilmu Alam (Berhubungan dengan kondisi alam semesta baik di bumi maupun di luar angkasa, contohnya Fisika, Kimia, Astronomi dll)
2. Ilmu Sosial (Berhubungan dengan hubungan antar manusia baik secara materil maupun non materil, contohnya seperti Sosiologi, Ekonomi, Antropologi)
3. Ilmu Terapan (Berhubungan dengan terapan, apa itu terapannya? Yaa terapan gitu intinya, sesuatu yang merupakan gabungan dari ilmu alam dan sosial contohnya Sistem Informasi, Teknik Mesin, Rekayasa Genetika)
4. Ilmu Hitam (Berhubungan dengan mantan kita atau mantan si dia, contohnya Santet)
Budaya : Ibu nya Daya? Bukan ple -_- Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Gitu...
Dasar : Pokok atau pangkal suatu pendapat (ajaran, aturan), ya gitu lah singkatnya pokoknya
Dari ke tiga penjelasan diatas bisa disimpulkan bahwa Ilmu Budaya Dasar adalah Ilmu yang mempelajari cara hidup sesama manusia yang pokok (Kata gue sih).
Lah emang kenapa budaya dipelajarin? Nah ini dia, jadi gini...
Indonesia merupakan negara dengan jumlah suku bangsa yang sangat banyak, belum lagi berdasarkan agamanya, jadi sudah dipastikan sudah sangat sangat pasti Indonesia memiliki kebudayaan yang banyak pula, budaya bicara orang batak dan jawa jelas berbeda, batak sedikit keras dan blak blakan, jawa cenderung lemah lembut, baru dari bahasa belum dari cara bergaul, cara bekerja dll, baru dari batak sama jawa, belum dari padang, sunda, betawi dll, jadi banyak bener kan budaya yang ada di Indonesia? Dibilangin ga percaya sih kata gue juga banyak.
Banyak nya budaya di Indonesia memang menambah warna di negara kita ini, namun ada dampak negatif yang ditimbulkan dari banyaknya budaya tersebut, misalnya mudah sekali terjadi konflik antar suku/ras, konflik yang timbul tersebut bisa menimbulkan perpecahan dalam suatu daerah, atauh bahkan lebih parahnya lagi bisa menimbulkan perpecahan dalam negara. Gapercaya nih buktinya, tahun 1998-2000 jadi saksi bisu konflik berbeda agama di negeri ini, bisa dihitung selama kurun waktu 2 tahun tersebut terjadi 3 kali kerusuhan di Poso-Sulawesi Tengah antar umat Kristen dan Islam, konflik yang sebenarnya terjadi di Poso itu membuat umat Kristen dan Islam di daerah lain ikut terbawa suasana, perang dingin sering terjadi antar umat saat itu, sejarah kelam dari pluralnya bangsa ini. Konflik konflik seperti itu tentu saja tidak diharapkan agar terulang kembali, juga tidak diharapkan terjadinya konflik lain yang serupa. Nah maka dari sinilah kita perlu mempelajari Budaya kita, bukan budaya dalam arti estetika, namun budaya etika, seperti cara menghargai antar suku/ras lain, mengatasi konflik ringan agar tidak menjadi konflik yang besar. Disinilah peran ilmu budaya dimulai.
Penggalakan Ilmu Budaya Dasar dalam kehidupan masyarakat sangat diperlukan, salah satunya yang sudah berjalan adalah penetapan Ilmu Budaya Dasar sebagai Mata Kuliah Dasar Umum(MKDU) yang artinya mata kuliah IBD ini wajib ada dan dipelajari oleh semua mahasiswa di semua perguruan tinggi. Kenapa? Ya balik lagi sama paragraf paragraf sebelumnya. Tapi ada juga sih alasan resminya kenapa IBD dijadikan MKDU, soalnya :
1. Kenyataan bahwa bangsa indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak terlepas dari ikatan-ikatan primordial, kesukuan, dan ikedaerahan.
2. Proses pembangunan yang sedang berlanggsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran
3. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki segi segi positifnya, juga memiliki segi segi negatifnya.
Kenapa Harus Dipelajari IBD?
Gini rek, kita ini kan mahasiswa, dibalik pagar mewah kampus kita, ada ribuan masyarakat yang menggantungkan nasibnya, kita adalah penerus bangsa, sebenernya bisa aja sih kita BODO AMAT sama persoalan negara ini, tapi cepat atau lambat persoalan tersebut juga akan berdampak pada kehidupan kita sekarang dan kedepannya.
Katanya ini alasan IBD dipelajari oleh mahasiswa, agar mahasiswa :
A. Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan pengamalan nilai-nilai Pancasila dan memiliki intergritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan scbagai sarjana Indonesia.
B. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya, dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
C. Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalah kehidupan baik sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, maupun pertahanan keamanan.
D. Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bcrmasyarakat dan secara bcrsama-sama mampu berperan serta meningkatkan kualitas-nya, maupun lingkungan alamiah dan secara bersama-sama berperan serta di dalam pelestariannya.
Tapi kalau gue punya pendapat lain kenapa musti dipelajari IBD.
Wudhu dan Sujud suci kita di tanah pertiwi, mana mau kita tempat sujud kita dikotori oleh darah konflik antar sesama warga Indonesia? 3,5 abad waktu itu ada ratusan anak beragama islam, kristen, hindu, budha dll, bersuku jawa, batak, bali dll, berusia belasan tahun yang terpaksa menjadi yatim karena bapaknya gugur memperjuangkan tanah ini, apa kita rela membiarkan bangsa ini hancur karena konflik berbeda budaya yang menyebab nyawa dari bapak-bapak yang anak nya menjadi yatim itu hilang sia-sia? Ayo bung bangun, nasib bangsa ini ditanah kita, mulai lah dari hal hal yang sederhana, mempelajari IBD salah satu contohnya, ya biarpun ga langsung manfaatnya tapi suatu saat pasti akan terasa manfaatnya.











0 komentar:
Posting Komentar