Senin, 12 Januari 2015

Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat


           Manusia selain ditakdirkan sebagai makhluk sosial, juga ditakdirkan sebagai sesosok individu yang mempunyai kebutuhan/kepentingannya  masing masing, dan berbeda satu sama lain. Perbedaan kebutuhan/kepentingan ini terkadang menimbulkan gesekan satu sama lain, bahkan terkadang bisa menimblkan konflik lebih besar lagi, sejarah mencatat 1947-1991 sebagai contohnya, dimana terdapat perbedaan kepentingan antar pihak blok barat dan blok timur yang dampaknya sangat luar biasa bahkan menyebabkan ±600.000 ribu rakyat indonesia terbunuh akibat efek domino dari perbedaan kepentingan tersebut yang sama sekali indonesia tidak ada kaitannya.



      Bagaimana bisa suatu perbedaan kepentingan bisa menimbulkan dampak yang hebat? Dan yang bagaimana perbedaan kepentingan itu? 


     Materi ini dibahas sedikit serius, karena kebetulan saya sangat menyoroti tentang pertentangan sosial yang timbul baik didalam negeri ataupun diluar negeri.

Perbedaan Kepentingan

            Kepentingan merupakan suatu hasrat untuk melengkapi atau mendapatkan apa yang belum didapat/dicapai, hasrat ini berasal dari jasmani, maupun rohani, seperti yang kita ketahui setiap individu berbeda kebutuhan jasmani maupun rohaninya, hal ini lah yang menyebabkan timbulnya perbedaan kepentingan antar individu. Dalam skala yang lebih besar perbedaan kepentingan dapat terjadi di kelompok kelompok, biasanya disebabkan oleh perbedaan visi dan misi antar kelompok.

            Perbedaan Kepentingan seperti ini adalah wajar sebenarnya, namun apabila perbedaan ini disikapi dengan keras, bahkan sampai menghalalkan segala cara untuk mencapai kepentingannya, maka ini merupakan permasalahan yang besar. Contoh perbedaan kepentingan yang dijelaskan diatas, pada saat perang dingin antara blok barat dan blok timur(yang menganut paham komunis) ini ditimbulkan akibat perbedaan visi suatu kelompok dengan kelompok lain yang disikapi dengan keras. Contoh lain perbedaan kepentingan yang berumber dari rohani atau dalam kata lain dari pandangan beragama yaitu khasus perang negara-negara Arab dengan Israel yang ingin menduduki wilayah Palestina, warga israel berpedomankan kitab suci agamanya yang menyatakan bahwa tanah Palestina adalah warisan bagi bangsa Israel.

            Perbedaan kepentingan ini tidak secara langsung menyebabkan terjadinya konflik tetapi mengenal beberapa fase yaitu:

1. fase disorganisasi yang terjadi karena kesalahpahaman.
2. fase dis-integrasi yaitu pernyataan tidak setuju.

            Tahapan selanjutnya setelah perbedaan kepentingan, biasanya adalah pelaksanaan kebijakan kebijakan yang biasanya bertujuan untuk menjatuhkan pihak lain yang bertentangan kepentingannya biasanya dengan menerapkan Diskriminasi dan Ethosentris.

Diskriminasi 



            Diskriminasi adalah pelayanan yang tidak adil terhadap individu/kelompok tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu/kelompok tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia, ini disebabkan karena kecenderungan manusian untuk membeda-bedakan yang lain. Seperti setelah peristiwa G30S, rakyat Indonesia yang merupakan anggota PKI dan bahkan yang jadi masalaha adalah mereka masih diduga terlibat dalam gerakan PKI pun ikut dibunuh/dimusnahkan padahal setelah sekian lama akhirnya terkuak dari berbagai sumber dan bukti bahwa kemungkinan besar dalang sebenarnya peristiwa itu bukan PKI, melainkan salah satu perwira tinggi angkatan darat yang pada akhirnya nanti menggantikan Bung Karno sebagai presiden. Mungkin banyak versi tentang peristiwa ini, tapi yang jelas ini merupakan contoh diskriminasi di negara ini yang seharusnya diketahui. Tak lain tak bukan ini semua merupakan keberlanjutan dari perbedaan kepentingan beberapa pihak.


Ethosentris

            Ethosentris yaitu suatu sikap yang cenderung bersifat subyektif dalam memandang budaya orang lain. Mereka akan selalu memandang budaya orang lain dari kacamata budayanya. Hal ini terjadi karena nilai-nilai yang telah tersosialisasi sejak kecil sudah menjadi nilai yang mendarah daging (internalized value) dan sangatlah susah untuk berubah dan cenderung dipertahankan bila nilai itu sangat menguntungkan bagi dirinya. Etnosentris juga bisa berarti cenderung memandang rendah orang-orang yang dianggap asing, etnosentrisme memandang dan mengukur budaya asing dengan budayanya sendiri. “ ( The Random House Dictionary ).

Terdapat 2 jenis etnosentris yaitu:
1. etnosentris infleksibel yakni suatu sikap yang cenderung bersifat subyektif dalam memandang budaya atau tingkah laku orang lain
2. Etnosentris fleksibel yakni suatu sikap yang cenderung menilai tingkah laku orang lain tidak hanya berdasarkan sudut pandang budaya sendiri tetapi juga sudut pandang budaya lain.

Konflik

            Konflik mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar. Terdapat tiga elemen dasar yang merupakan ciri dasar dari suatu konflik, yaitu
  1. terdapat dua atau lebih unit-unit atau bagian yang terlibat dalam konflik
  2. unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan, tujuan, masalah, sikap, maupun gagasan-gagasan
  3. terdapat interraksi diantar bagian-bagian yang mempunyai perbedaan tersebut
            Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengan kebencian atau permusuhan, konflik dapat terjadi pada lingkungan diri seseorang, kelompok, dan masyarakat. Adapun cara pemecahan konflik tersebut :
  1. Elimination, pengunduran diri dari salah satu pihak yang terlibat konflik
  2. Subjugation atau Domination, pihak yang mempunyai kekuasaan terbesar dapat memaksa pihak lain untuk mengalah
  3. Majority Rule, artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting
  4. Minority Consent, artinya kelompok mayoritas yang menang, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta kesepakatan untuk melakukan kegiatan bersama
  5. Compromise, artinya semua sub kelompok yang terlibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah
  6. Integration, artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan, dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak
Golongan-Golongan yang Berbeda dan Integrasi Sosial


            Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia. Masyarakat majemuk dipersatukan oleh sistem nasional yang mengintegrasikannya melalui jaringan-jaringan pemerintahan, politik, ekonomi, dan sosial. Aspek-aspek dari kemasyarakatan tersebut, yaitu Suku Bangsa dan Kebudayaan, Agama, Bahasa, Nasional Indonesia.


            Masalah besar yang dihadapi Indonesia setelah merdeka adalah integrasi diantara masyarakat yang majemuk. Integrasi bukan peleburan, tetapi keserasian persatuan. Masyarakat majemuk tetap berada pada kemajemukkannya, mereka dapat hidup serasi berdampingan (Bhineka Tunggal Ika), berbeda-beda tetapi merupakan kesatuan. Adapun hal-hal yang dapat menjadi penghambat dalam integrasi:

  1. Tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya
  2. Isu asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi antar warga negara Indonesia asli dengan keturunan (Tionghoa,arab)
  3. Agama, sentimen agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan
  4. Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang anggota golongan tertentu 
            Integrasi Sosial adalah merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan. Unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial,ras, etnik, agama, bahasa, nilai, dan norma. Syarat terjadinya integrasi sosial antara lain:

  • Anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan mereka
  • Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan bersama mengenai norma dan nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman
  • Nilai dan norma berlaku lama dan tidak berubah serta dijalankan secara konsisten

Integrasi Internasional merupakan masalah yang dialami semua negara di dunia, yang berbeda adalah bentuk permasalahan yang dihadapinya. Menghadapi masalah integritas sebenarnya tidak memiliki kunci yang pasti karena latar belakang masalah yang dihadapi berbeda, sehingga integrasi diselesaikan sesuai dengan kondisi negara yang bersangkutan, dapat dengan jalan kekerasan atau strategi politik yang lebih lunak. Beberapa masalah integrasi internasional, antara lain:

  1. perbedaan ideologi
  2. kondisi masyarakat yang majemuk
  3. masalah teritorial daerah yang berjarak cukup jauh
  4. pertumbuhan partai politik

Adapun upaya-upaya yang dilakukan untuk memperkecil atau menghilangkan kesenjangan-kesenjangan itu, antara lain:

  • mempertebal keyakinan seluruh warga Negara Indonesia terhadap Ideologi Nasional
  • membuka isolasi antar berbagai kelompok etnis dan antar daerah/pulau dengan membangun saran komunikasi, informasi, dan transformasi
  • menggali kebudayaan daerah untuk menjadi kebudayaan nasional
  • membentuk jaringan asimilasi bagi kelompok etnis baik pribumi atau keturunan asing (Konflik, Golongan – Golongan Yang Berbeda, dan Integrasi sumber : https://nathaniaseptavy.wordpress.com) 



     Mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan dalam tulisan ini, silahkan tambahkan jika ada yang kurang berkenan, apapun yang terjadi, bangsa ini harus tetap satu nama Indonesia ! karena untuk mencapai puncak kejayaan tidak ada jalan yang beraspal.


0 komentar:

Posting Komentar