PEMUDA
Pemuda adalah individu yang sedang berada dalam fase perkembangan fisik dan emosional yang signifikan, dimana pada masa inilah sikap perilaku individu pada saat dewasa nanti ditentukan. Karena sikap perilaku individu ditentukan pada masa masa ini, maka bisa disimpulkan bahwa pemuda merupakan penentu masa depan suatu kelompok/masyarakat nantinya, sehingga dalam sekala besar pemuda adalah merupakan kunci masa depan suatu negara.
Sejarah mencatat bahwa pemuda mempunyai peranan yang sangat penting dalam kemerdekaan bangsa Indonesia ini, kala saja para kaum muda mudi saat itu tidak memaksa Bung Karno dan Bung Hatta membacakan proklamasi pada tanggal 17 Agustus, mungkin penjajahan kepada Indonesia masih terjadi hingga saat ini.
Oleh karena pemuda merupakan kunci masa depan suatu kelompok dan bahkan negara, maka dari itu menjaga kualitas muda mudi bangsa merupakan hal yang sangat harus diperhatikan. Saat ini Indonesia mulai terjadi krisis moral dikalangan pemuda/i, banyak pemuda/i yang terjerumus kedalam tempat yang salah, bisa dilihat dari berita berita di TV, penggunaan obat obatan terlarang, pergaulan bebas, pembunuhan-kekerasan, dan masih banyak lagi khasus khasus yang melibatkan muda mudi Indonesia, miris.
Masalah tersebut timbul dikarenakan proses Interaksi Sosial yang kurang baik yang dilakukan oleh mereka. Banyak pemuda yang mulai sedikit banyak mengikuti budaya barat, padahal tidak selamanya budaya luar itu sesuai dengan adat istiadat bangsa ini yang berlandaskan agama dan hukum.
Untuk mengantisipasi kesalahan interaksi sosial yang dilakukan pemuda/i di Indonesia, maka diperlukan adanya sosialisasi yang lebih lagi mengenai bangsa Indonesia, dan tentang budaya budaya luar. Menyelamatkan pemuda/i Indonesia berarti menyelamatkan masa depan Indonesia.
SOSIALISASI
Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.
1. Jenis sosialisasi
Berdasarkan jenisnya, sosialisasi dibagi menjadi dua: sosialisasi primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat). Menurut Goffman kedua proses tersebut berlangsung dalam institusi total, yaitu tempat tinggal dan tempat bekerja. Dalam kedua institusi tersebut, terdapat sejumlah individu dalam situasi yang sama, terpisah dari masyarakat luas dalam jangka waktu kurun tertentu, bersama-sama menjalani hidup yang terkukung, dan diatur secara formal.
a. Sosialisasi primer
Sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga). Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga. Secara bertahap dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya.
Dalam tahap ini, peran orang-orang yang terdekat dengan anak menjadi sangat penting sebab seorang anak melakukan pola interaksi secara terbatas di dalamnya. Warna kepribadian anak akan sangat ditentukan oleh warna kepribadian dan interaksi yang terjadi antara anak dengan anggota keluarga terdekatnya.
b. Sosialisasi sekunder
Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat. Bentuk-bentuknya adalah resosialisasi dan desosialisasi. Dalam proses resosialisasi, seseorang diberi suatu identitas diri yang baru. Sedangkan dalam proses desosialisasi, seseorang mengalami 'pencabutan' identitas diri yang lama.
Setiap kelompok masyarakat mempunyai standar dan nilai yang berbeda. contoh, standar 'apakah seseorang itu baik atau tidak' di sekolah dengan di kelompok sepermainan tentu berbeda. Di sekolah, misalnya, seseorang disebut baik apabila nilai ulangannya di atas tujuh atau tidak pernah terlambat masuk sekolah. Sementara di kelompok sepermainan, seseorang disebut baik apabila solider dengan teman atau saling membantu. Perbedaan standar dan nilai pun tidak terlepas dari tipe sosialisasi yang ada. Ada dua tipe sosialisasi. Kedua tipe sosialisasi tersebut adalah sebagai berikut.
Formal
Sosialisasi tipe ini terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam negara, seperti pendidikan di sekolah dan pendidikan militer.
Informal
Sosialisasi tipe ini terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan, seperti antara teman, sahabat, sesama anggota klub, dan kelompok-kelompok sosial yang ada di dalam masyarakat.
PERGURUAN DAN PENDIDIKAN
Selain Sosialisasi, pendidikan juga merupakan hal yang penting guna menjaga kualitas pemuda/i bangsa Indonesia. Melalui pendidikan pemuda/i bisa mengetahui bagaimana menjadi Individu yang berpotensi, yang dapat memajukan bangsa dan negara. Dengan fisik yang masih bagus, dan pemikiran yang masih kuat seorang pemuda/i bisa merubah dunia.
Untuk itulah adanya pendidikan ditingkat pemuda/i, yaitu berupa Perguruan Tinggi, guna menciptakan generasi baru yang lebih berpotensi, yang lebih matang dalam berkehidupan sosial. Perguruan tinggi juga membuat individu dalam hal ini adalah pemuda sadar dengan kewajiban dan haknya didalam kehidupan sosial, sehingga tidak terjadi lagi permasalahan permasalahan yang melibatkan pemuda/i. Negara yang pemuda/inya baik Masa depannya jelas cerah terlihat.
Refrensi : Wikipedia












0 komentar:
Posting Komentar