Sabtu, 08 November 2014

Hubungan Individu-Keluarga-Masyarakat

Dari Ilustrasi diatas terlihat bahwa Masyarakat yang merupakan bagian dari Lingkup Sosial, disusun dari Keluarga-Keluarga, dan Keluarga disusun dari Individu-Individu, untuk lebih jelasnya tentang susunan tersebut, mari kita bahas satu persatu sebagai berikut


1.      Individu
Individu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah Orang seorang; pribadi orang (terpisah dari yg lain), Individu berasal dari kata yunani yaitu “individium” yang artinya “tidak terbagi”. Dari sini jelas dapat kita simpulkan bersama bahwa Individu merupakan bagian tunggal dari kelompok sosial, dan merupakan unit terkecil dari suatu masyarakat. Individu berarti satu orang atau seseorang. Contoh dalam satu keluarga terdiri dari Ayah, Ibu, Budi, dan Rani. Ayah merupakan salah satu Individu dalam kelompok keluarga tersebut
Setiap Individu memiliki kemampuannya masing masing, dan berbeda satu sama lain. Untuk tumbuh dan berkembang setiap Individu haru melakukan kerja sama, karena tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri di dunia ini. Kerja sama yang dilakukan ini akan membentuk suatu ikatan yang nantinya akan menjadi kelompok kelompok.
Saat kita lahir, kita merupakan sosok Individu baru yang tidak bisa apa apa, lalu Individu lain dalam hal ini Orang Tua, menjaga kita, memberi asupan giji, melindungi kita dari sakit, sehingga membuat kita tumbuh menjadi individu yang lebih baik lagi. Saat kita anak-anak kita belum mengerti nama nama benda, cara berinteraksi yang baik dengan sebaya atau dengan yang lebih tua, Individu lain yaitu orang tua mengajarkan kita semuanya, sehingga kita menjadi individu yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Jadi Individu dan Individu lainnya saling terikat satu sama lain, untuk melengkapi kebutuhan nya masing masing, dan tumbuh dan berkembang menjadi sesosok Individu yang lebih baik lagi.



2.      Keluarga
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa individu individu yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Ada beberapa jenis keluarga, yakni: keluarga inti yang terdiri dari suami, istri, dan anak atau anak-anak, keluarga konjugal yang terdiri dari pasangan dewasa (ibu dan ayah) dan anak-anak mereka, di mana terdapat interaksi dengan kerabat dari salah satu atau dua pihak orang tua. Selain itu terdapat juga keluarga luas yang ditarik atas dasar garis keturunan di atas keluarga aslinya. Keluarga luas ini meliputi hubungan antara paman, bibi, keluarga kakek, dan keluarga nenek.
Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan pribadi dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat. Seperti contohnya Peranan Seorang Ayah dalam Keluarga adalah sebagai kepala keluarga, penanggung jawab dalam keluarga, yang memimpin keluarga, dan yang menafkahi keluarga. Bukan tidak bertujuan setiap individu dalam keluarga memiliki peran dan tanggung jawabnya masing masing terutama pada Individu yang sudah matang dalam hal ini adalah orang tua, karena dalam keluarga terdapat satu atau lebih individu baru(anak) yang sedang tumbuh menjadi individu yang lebih baik lagi, jika dalam satu keluarga peran Individu yang sudah dewasa tidak ada atau tidak dijalannkan dengan baik, maka nantinya individu baru(anak) tersebut akan berkembang menjadi sosok individu yang kurang baik.
Fungsi yang dijalankan keluarga adalah:
  1. Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
  2. Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
  3. Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
  4. Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
  5. Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
  6. Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
  7. Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.
  8. Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.
  9. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan rasa aman di antara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
3. Masyarakat

Nah, kalau masyarakat itu kumpulan dari keluarga keluarga, yang membentuk suat komunitas dalam jumlah masa yang besar, setiap masyarakat berarti terdiri dari dua atau lebih keluarga, terbentuknya masyarakat ini terjadi karena adanya interaksi antar keluarga satu dengan keluarga lain disekitarnya, juga karena saling ketergantungan antara satu keluarga dengan keluarga lainnya.
Contoh, di komplek perumahan A, ada 10 keluarga/kelompok yang lokasi rumahnya berdekatan, secara tidak langsung 10 keluarga ini akan saling berinteraksi satu sama lain, interaksinya itu bertujan agar menjaga kondisi 10 keluarga/kelompok tersebut tetap kondusif, tidak ada konflik antar keluarga didaerah tersebut. Masyarakat dibagi menjadi 2 bagian, berdasarkan individu/keluarga yang membentuknya, yaitu :
1.    Masyarakat majemuk : Masyarakat majemuk adalah masyarakat yang rata rata memiliki persamaan antara kelompok satu dengan kelmpok lainyya dalam satu lingkup masyarakat. Jadi biasanya masyarakat majemuk kurang menghargai perbedaan.
Kelebihannya :
a. Masyarakat seperti ini akan lebih kompak mengerjakan sesuatu.
b. Solidaritas tinggi antara individu atau kelompo satu dengan yang lainnya.
Kekurangannya :
a. Masyarakat kurang menghargai perbedaan didalam satu kelompok.
b. Bersifat  ingin menang sendiri atau apa yang dianut paling benar dari yang lain.

2.    Masyarakat multicultural : Masyarakat multicultural berasal dari 2 suku kata yaitu multi yang artinya banyak dan cultural yang artinya budaya ,maka jika disatukan menjadi masyarakat yang banyak budaya , yang dimaksud adalah masyarakat yang terbangun terdiri dari campuran berbagai budaya .
Kelebihnannya :
a.  Masyarakat ini menghargai adanyaperbedaan dan tidak membeda bedakannya.
b.  Kehidupan menjadi nyaman dan tenang baik kelompok minoritas dan mayoritasnya

Kekurangannya :
                       
a.       Terkadang sering terjadi perbedaan pendapat dalam menentukan suatu kebijakan/keputusan karena perbedaan budaya masing masing keluarga

Ada juga penggolangan masyarakat lainnya, berdasarkan kegiatan yang dilakukan dalam bermasyarakat, dibagi menjadi dua yaitu :

1.         Masyarakat Industri : Masyarakat yang selain melakukan kegiatan interaksi sosial juga bekerja sama dalam melakukan kegiatan lain seperti home industry, guna memenuhi kebutuhan hidup mereka bersama.

2.         Masyarakat Non Industri : Masyarakat yang belum berkembang lebih, hanya sekedar melakukan interaksi sosial, tanpa adanya kerja sama seperti home industry untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.


URBANISASI


            Sebenernya rada rada sedikit bingung, kenapa tiba tiba masuk ke perpindahan penduduk ya, tapi yaudahlah kerjain aja, sekalian buat tambah tambah info.

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.

Beberapa Faktor terjadinya Urbanisasi adalah sebagai berikut :

Faktor penarik

    Kehidupan kota yang lebih modern
    Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
    Banyak lapangan pekerjaan di kota
    Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas

Faktor pendorong

    Lahan pertanian semakin sempit
    Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
    Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
    Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
    Diusir dari desa asal
    Memiliki impian kuat menjadi orang kaya

            Dan penyebab dari banyak nya urbanisasi adalah sebagai berikut :

Akibat urbanisasi

    Terbentuknya suburb tempat-tempat pemukiman baru dipinggiran kota
    Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)
    Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
    Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan sosial dan kriminal


Sumber :Wikipedia

0 komentar:

Posting Komentar